Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Tertangkap karena CCTV

Ist. Pengadilan
Ketiga terdakwa mengaku tertangkap dari adanya gambar CCTV yang merekam kendaraan mereka. Apalagi plat nomor yang mereka gunakan adalah palsu.

Majelis hakim menyayangkan rekaman CCTV tidak disertakan sebagai barang bukti kasus tersebut.

 “Motor yang saya pakai memang terekam CCTV. Juga kendaraan yang dipakai Heri dan Yoyo, usai kejadian,” ungkap Naim, kemarin (16/9).

Heri Utama, 39, yang beralamatkan di Kampung  Sangrahan Legok,  RT6/RW 9 Kelurahan Wates, Magelang Utara dalam kesaksiannya juga tidak tahun soal pemberitaan apa yang ditulis korban. Ia mengaku, aksi pembakaran dilakukan karena spontanitas.



“Setelah sore rembugan di pasar, malamnya dua orang ini sudah ada di rumah saya. Kemudian saya tanya, ini (kejahatan, Red) jadi tidak. Dijawab jadi,” papar Heri sambil menunjuk Naim dan Yoyo.

Mereka bersepakat melakukan tindakan shock therapy dengan mengetuk pintu dan memukuli korban saat keluar.

“Tapi itu tidak jadi. Karena Naim sudah membawa botol yang berisi bensin ke rumah,” lanjutnya.

Yordan, warga Jalan Rama Nomor 33 RT 8/RW 3, Samban, Kelurahan Panjang, Magelang Tengah mengaku, hanya diajak dan solidaritas saat diajak berbuat jahat. Soal yang dipilih melaksanakan pelemparan bom molotov, Yoyo mengaku hal tersebut sebagai improvisasi.

“Itu improvisasi saya. Botol yang pertama memang saya lempar. Tetapi, yang kedua hanya saya buang. Tetapi sumbunya sudah dinyalakan,” ungkap Yoyo.

Saat dikejar pertanyaan oleh JPU Aksa Dian Agung dan JPU Sandra Liliana Sari, Yoyo mengaku baru pertama kali memasang sumbu bom molotov dari kain keset. Bahkan, hakim ketua sempat mengejar pertanyaan soal proses kapilerisasi bensin hingga bisa membasahi sumbu.

“Apa botolnya dibalik? “ tanya hakim ketua.

 Yoyo mengaku bensin itu naik sendiri. Ia juga mengaku, kalau tidak dipadamkan, api bisa membakar rumah.

Ketiga terdakwa dijerat pasal 187 KUHP tentang pembakaran yang menganggu ketertiban umum, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Junto pasal 55, tentang kejahatan bersama-sama.

Rencananya, sidang dilanjutkan Selasa depan (23/9) dengan agenda pemeriksaan terdakwa.(ady/hes)

Ketiga Terdakwa Dijerat Pasal 187 KUHP

Lokasi Toko