Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Tas Tamu Hilang, Pamdal DKI Salahkan CCTV

Ahok kesal pamdal mengaku tidak bertanggung jawab.

JAKARTA - Pelakasana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), marah lagi. Kali ini, kemarahannya juga berdasar. 

Luapan emosi ditujukan  kepada para tetugas keamanan dalam (pamdal) di Balai Kota, tempatnya berkantor. Kemarahannya diluapkan saat memberikan pengarahan dalam apel siaga pengendalian arus mudik dan arus balik Idul Fitri di lapangan Monas, Senin (21/7) pagi. 


Kali ini, yang memicu kemarahan Ahok adalah sikap dan pernyataan tidak bertanggung jawab dari para petugas pamdal atas insiden yang menimpa salah satu tamunya, Kamis (17/7) pekan lalu. "Bagaimana ceritanya Balai Agung bukan tanggung jawab pamdal?" tutur Ahok dengan nada tinggi. 

"Kerja pamdal nggak jelas, di lapangan nggak jelas, ngerokok. Bagaimana closed circuit television (CCTV), ada tas hilang, pamdal mengatakan, 'Bukan tanggung jawab kami'," ucap Ahok di hadapan sekitar 1.800 personel dalam apel siaga tersebut. 

Kemarahan Ahok berawal Kamis lalu, saat ia menerima ratusan alumnus dan mahasiswa Universitas Prasetya Mulya di Balai Agung DKI guna berbuka puasa bersama. Salah satu tamunya kehilangan sebuah tas berisi laptop, ponsel, dompet beserta isi, dan dokumen pribadi. Pria yang kehilangan itu pun bersama Ahok melaporkan ke pihak pamdal dengan harapan, pelakunya dapat diketahui melalui CCTV di ruang jaga keamanan tersebut. 

Namun nahas, jangankan tas kembali, pelakunya saja tak dapat diketahui. Pasalnya, CCTV yang memantau setiap sudut ruang Balai Kota DKI dinyatakan telah rusak. "Jadi, di lapangan nggak jelas ngapain, ngerokok nggak jelas. Di dalam gedung nggak diawasi, dipasang bom pun mudah di DKI. Saya katakan karena nggak ada yang peduli. Tidak ada yang pelototin CCTV dan  hampir semua rusak," ujar Ahok dengan nada marah. 

Dicopot
Atas ketidaksigapan tim pengamanan tersebut, Ahok menuntut peningkatan kinerja dan sikap terbuka kepada setiap tamu. Ia bahkan mengancam, apabila pekerjaan dan tanggung jawabnya hanya biasa dan tidak ada perubahan, ia akan mencopot para pamdal yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sesuai Undang-Undang (UU) Aparatur Sipil Negara (ASN). 

"Jadi, itu cara kerja gampang, nonton film daripada latihan di Puncak. Saya nggak tahu latihan apa pamdal di Puncak sebetulnya, nggak ngerti kerjanya apa. Pamdal boleh sombong karena PNS mungkin, nggak bisa dipecat. Tahun depan, bisa dipecat pakai UU ASN." tuturnya. 

Ahok menilai, para anggotapamdal belum bersikap profesional. Manajemen pengamanan di kantor gubernur lemah. Bukan hanya CCTV yang sudah tidak berfungsi, sikap dan kinerja ratusan anggota pamdal dinilainya buruk. 

Fasilitas penunjang keamanan, khususnya dalam Balai Kota DKI Jakarta, yang buruk  diakui Kepala Biro Umum DKI Jakarta, Agustino Darmawan. Khusus dalam ruang Balai Agung DKI, pihaknya telah memasang tujuh CCTV dari berbagai sudut.  

Ia mengaku, CCTV dalam ruang yang menjadi pusat di Balai Kota tersebut memiliki kualitas penangkap gambar yang rendah. Oleh karena itu, Darmawan mengharapkan pergantian CCTV yang sudah diusulkan lebih baik. 

Darmawan juga menyayangkan pernyataan bawahannya yang seolah melepas tanggung jawab atas insiden yang mencoreng kinerja pamdal di Balai Kota DKI. Ia mengaku, telah memberikan arahan kepada seluruh anggota pamdal agar menjalankan secara tepat dan bertanggung jawab atas tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya. 

Di kantor Gubernur DKI  itu, sekurangnya ada 300 pamdal. Mereka bertugas menjaga keamanan di kantor, rumah dinas Gubernur DKI, rumah dinas wakil gubernur, serta rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) DKI. "Sejak saya menjabat Kabiro Umum DKI, baru ini kejadian. Sebelumnya sudah pernah kejadian dua kali. Ke depannya, kami akan perketat sistem pengamanannya. Hal seperti seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.

Lokasi Toko