Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Indonesia Career Center BukaPuasa BersamaBertema "Harmonisasi Keluarga Dan Keamanan Bangsa"

Jakarta,Wartasatu.com,- Indonesia Career Center (ICC), Ikatan Alumni Lemhanas Angkatan 48, bekerja sama dengan tabloid wanita Genie, Mom & Kiddie, serta Just for Kids menghadirkan Kak Seto Mulyadi, Baby Jim Aditya, dan Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA (Asdep Urusan Kompensasi Sosial, Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial Kemenko Kesra) sebagai wakil alumni Lemhanas, dalam acara Buka puasa bersama ICC yang bertema"Harmonisasi Keluarga Dan Keamanan Bangsa" kamis 17 Juli 2014.

Kak Seto mengatakan bahwa kasih sayang, keterbukaan, sikap demokrasi, saling menghargai, kekompakan, dan segala nilai-nilai positif lainnya adalah fondasi yang harus dimulai dari keluarga.Kak Seto menyatakan betapa luar biasanya bangsa kita apabila keluarga-keluarga dapat berkembang menjadi keluarga yang saling menghargai, membangun harmoni di dalam keluarga. Keluarga-keluarga ini akan menjadikan sebuah kota yang ramah keluarga.


Kota demi kota yang ramah keluarga akan menghadirkan sebuah bangsa yang besar yang menghargai keluarga. Karena itulah, Kak Seto sangat gembira ketika pemerintah menetapkan tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional.Indonesia seperti taman sari dengan aneka warna bunga yang indah. Aneka agama, suku, atau ras adalah ibarat aneka warna bunga dalam sebuah taman. Indonesia menjadi taman yang indah bagi para keluarga, ujar Kak Seto.

Berangkat dari pengalamannya mulai dari blusukan ke kolong jembatan atau bergaul dengan para sopir truk dan pekerja seks komersial hingga ke melayani konseling dan terapi orang tua dari anak-anak mereka yang bermasalah, Baby Jim Aditya justru menemukan satu konklusi yang menarik.Mereka adalah individu-individu dewasa yang sebetulnya adalah individu muda atau anak-anak yang tidak selesai dengan trauma masa kecil mereka, sehingga ketika mereka menjadi orang tua mereka menjadi orang tua yang bermasalah. Sejauh ini, kan tidak pernah ada asesmen untuk menjadi orang tua? kata Baby Jim Aditya.

Memperhatikan hikmat yang diperolehnya ketika merendam cucian kotor, Baby menemukan bahwa sebuah pakaian yang sudah putih bersih, kalau direndam dalam air cucian yang kotor justru menjadi kotor.

Saya prihatin bilamana di dalam rumah tangga kita tidak melihat pentingnya kesadaran bahwa orang tua adalah pilar utama dalam menjadikan dirinya teladan bagi anak-anak mereka. Kalau anak sudah dikonseling, dan siap berubah, lalu kembali ke lingkungan yang belum kondusif dalam rumah tangganya untuk perubahan mereka, tentu saja peluang mereka kembali kepada perilaku yang buruk itu besar sekali, ujar Baby.

Selama ini, kita sering mendengar kekerasan dalam rumah tangga, seperti penganiayaan tubuh. Jarang diperhatikan masalah kekerasan dalam rumah tangga yang bersifat verbal. Kekerasan verbal dalam rumah tangga menjadi luka batin yang sulit disembuhkan. Ada anak yang dijadikan sasaran dendam orang tua yang membawa luka masa lalunya ketika mereka berumah tangga.

Anak dijadikan sasaran kemarahan orang tuanya, lanjut Baby. Selanjutnya Baby memberikan contoh-contoh kalimat-kalimat yang seharusnya dihindari, seperti, Tumben, pulang cepat?, atau Bagus, kalau loe sekarang sadar, dst. Menurut Baby, seharusnya bisa mengatakan, Alhamdullilah, anak mama sudah pulang, baik-baik sayang? atau, Mama bersyukur, nak, sekarang sudah berbeda.

Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA justru berbicara dari sisi yang berbeda. Mengakui dia mengalami perlakuan yang keras dari orang tuanya yang militer, dia secara pribadi malah termotivasi untuk berperilaku berbeda. Artinya, pengalaman masa kecil tersebut tidak berpengaruh buruk kepada cara dia menyikapi masalah dalam rumah tangganya ketika dia menjadi dewasa.

Namun, Pak Safri setuju dan justru sangat menekankan, bahwa paparan yang disampaikan mengenai keharmonisan dalam keluarga itu memang penting. Pilihlah pemimpin yang secara nyata telah membuktikan bagaimana kehidupan keluarganya. Dia harmonis dengan isteri dan anak-anaknya. Itu adalah teladan yang riil, ujar Safri Burhanuddin.

Dalam kesempatan tersebut, dalam kaitan dengan peran sebuah lembaga pendidikan seperti Lemhanas, Safri Burhanuddin menuturkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membangun harmonisasi melalui figur pemimpin yang bisa memberikan teladan.

Lemhanas sebagai pendidikan tertinggi dalam karir pejabat negara, sebetulnya memang didesain agar para pemimpin di bangsa ini bisa menjadi teladan dalam masyarakat. Bahkan para isteri dari peserta Lemhanas sendiri ikut dalam program pendidikan khusus selama dua minggu agar sekaligus dipersiapkan untuk muncul menjadi teladan.

Sayangnya, memang beberapa tahun terakhir peran Lemhanas sebagai wadah pembekalan kepemimpinan sepertinya kurang mengemuka. Bincang-bincang inspiratif perihal parenting atau menjadi orang tua yang digelar sore itu ditutup dengan paparan mengenai kehadiran Indonesia Career Center yang disampaikan oleh Sifra Susi Langi, selaku Presiden ICC periode 2014- 2019, yang sekaligus bertindak sebagai moderator acara sore itu.

Dijelaskan bahwa Indonesia Career Center hadir di masyarakat untuk menjawab kebutuhan pentingnya mewadahi informasi perencanaan dan pembinaan karir bagi generasi muda. Dengan begitu banyaknya pilihan pekerjaan dan bervariasinya jenis lembaga pendidikan, sangat penting bagi anak-anak muda dan para orang tua untuk cermat memilih. Sebagai organisasi yang masih dalam proses pembentukan dan akan grand launching pada tanggal 10 November 2014 nanti, ICC diharapkan dapat siap menjadi wadah yang aktual bagi masyarakat pelajar Indonesia agar dapat dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan dalam karir yang sesuai bagi mereka.

Karena itu, ICC membuka diri kepada keanggotaan mulai dari remaja dan pemuda usia sekolah sampai kepada mahasiswa atau para pencari kerja pada umumnya, serta para orang tua yang ingin mendukung anak-anak mereka dapat memilih dan merencanakan karir yang sukses bagi mereka.
Sebelum berbuka puasa bersama, acara Inspiring Parenting Talk tersebut ditutup dengan foto bersama para peserta, dan sekaligus memberikan perlengkapan sholat bagi kaum duafa berprestasi yang diundang menjadi peserta dalam acara tersebut.

Lokasi Toko