Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Waspadai Pencurian Isi Bagasi Pesawat di Bandara

Jakarta (04/02/2014) - Apabila kita sering bepergian dengan menggunakan jasa pesawat terbang, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan urusan bagasi. Akhir-akhir ini sering terdengar kasus-kasus yang berhubungan dengan masalah bagasi, diantaranya pencurian atau pembobolan isi bagasi, kerusakan, tertukar, terlambat, dan mungkin salah pesawat.

Bagasi bermasalah sangat menjengkelkan dan merugikan penumpang karena isinya barang berharga. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada menjaga barang bawaan/bagasi, dan tidak menaruh barang berharga dalam bagasi.

Kasus pencurian atau pembobolan bagasi terjadi ketika para penumpang lengah saat menunggu keberangkatan penerbangan, dan juga di kabin pesawat. Oknum tidang bertanggungjawab memanfaatkan kesempatan tersebut tanpa disadari lingkungan sekitarnya menguras isi bagasi atau bahkan mencurinya. Modus pembobolan bagasi penumpang dilakukan bervariasi antara lain diduga adanya kerjasama oknum petugas di area X-ray dan Porter di ground handling bandara melalui pembongkaran barang secara paksa, pencurian barang melalui jasa pengiriman kargo, keterlibatan petugas keamanan dan loading master (orang yang mengatur di bagasi agar sesuai dengan beban pesawat) dan lain sebagainya.

Teknik yang digunakan untuk melakukan pembobolan bagasi beraneka ragam seperti menyilet bagian dalam koper kemudian merogoh isi barang dan selanjutnya diberi lem agar susah dibuka. Selain menyilet koper, maling di bandara juga menggunakan pulpen yang ditusukkan ke resleting lalu ditutup kembali dengan menarik pengancing retsleting. Terkadang ada yang lebih ekstrim lagi melakukan pembobolan secara paksa pada kunci bagasi.

Kasus terbaru, hilangnya perhiasan berupa kalung, cincin dan gelang yang bernilai cukup besar dalam suatu penerbangan komersial. Belajar dari kasus tersebut, penumpang harus lebih waspada pada beberapa titik terlemah dari situasi dan kondisi bandara. Berdasarkan investigasi terhadap beberapa kasus kehilangan barang bawaan, ternyata didapati beberapa oknum dibandara yang tergabung dalam sebuah sindikat pencurian barang. Sindikat tersebut memanfaatkan posisi-posisi strategis seperti Loading Master (pengatur berat bagasi), Portir (penjaga barang), Petugas X-Ray dan Petugas Kebersihan.

Disamping mewaspadai titik-titik rawan tersebut, para pengguna jasa pesawat, juga harus memahami betul hak-hak yang di miliki sesuai aturan perundang-undangan yang ada, salah satunya adalah hak klaim ganti kerugian kehilangan bagasi. Di dalam UU Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009, penumpang pesawat berhak mendapatkan ganti kerugian karena bagasi tercatat hilang, musnah atau rusak. UU tersebut diperkuat dengan hadirnya Peraturan Menteri Perhubungn Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Angkutan, yang menyebutkan jumlah ganti kerugian terhadap penumpang yang mengalami keterlamatan penerbangan ditentukan sebesar Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah) per penumpang. Sementara apabila penumpang mengalami kehilangan bagasi diberikan ganti rugi sebesar Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) per kg dan paling banyak Rp 4.000.000 (empat juta rupiah) per penumpang.

Aduan kasus pembobolan bagasi para penumpang pesawat yang semakin meningkat menandakan bahwa, para penumpang harus semakin waspada dan berhati-hati dengan barang bawaannya. Oleh karena itu, para penumpang dihimbau untuk melapisi tas/koper/barang bawaan dengan pembungkus tambahan serta tidak memasukkan barang berharga kedalam bagasi, menggunakan koper yang kuat dan baik penguncinya ataupun dengan memasukkan identitas kedalam koper dan dilabel untuk digantung pada pegangan koper.

Penumpang yang mendapati bagasinya rusak saat masih di bandara, dihimbau untuk mengecek langsung apakah ada barang-barang yang hilang. Apabila ada barang-barang yang hilang, segera menghubungi petugas bandara ataupun maskapai yang bersangkuan.
Kesadaran pengamanan bagasi dari penumpanglah yang penting dan harus ditekankan, termasuk didalamnya kebijaksanaan penumpang untuk memilih dan mengamankan barang-barang berharga dalam tas jinjing, bukan dalam bagasi pesawat. Kepada pihak pengelola bandara dan maskapai penerbangan diharapkan untuk melakukan rekrutmen pegawai secara selektif, agar pelayanan lebih baik, dan keamanan terjamin. Sehingga para penumpang merasa nyaman dan aman, baik di bandara maupun di dalam pesawat.

sumber

Lokasi Toko