Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Awas! Sindikat Pencuri Komponen CPU Incar Warnet

Solo – Pihak Polsek Jebres, Solo mengimbau kepada pemilik maupun pengelola warung internet (Warnet), khususnya di sekitar kawasan kampus UNS supaya lebih meningkatkan kewaspadaannya. Mengingat, baru-baru ini sindikat spesialis pencuri komponen CPU mengincar Warnet dengan penjagaan yang lemah sebagai sasarannya.

Kapolsek Jebres Kompol Edison Panjaitan mengatakan, pemilik atau pengelola Warnet harus selalu waspada. Apalagi jam operasi mereka yang mencapai 24 jam. Tak hanya itu, pemilik ataupun pengelola warnet juga mesti meningkatkan kewaspadaan terhadap pengunjung yang datang.

“Para pemilik maupun pengelola Warnet ini harus selalu waspada. Terlebih, mereka menerapkan jam operasional selama 24 jam,” terang Kapolsek, baru-baru ini.

Kapolsek mengingatkan, beberapa waktu lalu ada kasus yang melibatkan seorang pemuda bernama Rizky Fahrizal (24) warga Garen, Pandean, Boyolali. Ia harus merasakan dinginnya sel tahanan lantaran mencuri komponen komputer di sebuah warnet bernama “Y” di Kawasan Kepatihan, Jebres, Solo.

Ia tertangkap Minggu (5/5) lalu saat melakukan transaksi dengan orang yang ternyata adalah polisi yang menyamar di Ngemplak, Banjarsari, Solo. Setelah tertangkap, iaa dibawa ke kantor polisi. Ia mengaku memang dirinya mencuri di warnet tersebut sejak bulan Februari. Modusnya, Ia tidak mencuri langsung dengan casingnya. Rizky membuka CPU dan mengambil komponen dalam CPU tersebut untuk dijual secara terpisah. Ketika disinggung tentang alat, ia menjelaskan membawa obeng dan melakukan aksinya di atas jam 12 malam.

“Jadi tersangka ini menunggu sampai si penjaga Warnet lengah. Nah, saat sudah dinilai aman, tersangka yang awalnya ini pengguna internet langsung melancarkan aksinya dengan memreteli komponen CPU,” jelas Kapolsek.

Saat itu, lanjut Kapolsek, tersangka mengincar komponen komputer khusus game seperti Hardisk, Ram, MotherBoard dan VGA. Selain itu, iaa melakukan aksinya secara berurutan mulai dari satu komputer ke komputer lainnya. Sampai saat ini Ia mengaku memreteli tujuh komputer.

“Setelah dipreteli komputernya, tersangka menjualnya secara eceran di akun jejaring sosial facebook,” pungkas Kapolsek.

Lokasi Toko