Bajuyuli baju muslim anak perempuan
BANJARMASIN — Dibantu aparat kepolisian, Tim Penertiban PDAM Bandarmasih merazia pelanggan-pelanggan nakal di Banjarmasin Utara, kemarin (8/9). Lima sambungan air leding diputus. Pelanggaran dari tunggakan bertahun-tahun, hingga pencurian air leding.
Pertama-tama, tim mengunjungi rumah atas nama Muliadi di Berangas, Alalak Utara RT 06. Secara mengejutkan, selama dua tahun terakhir, Muliadi menjual air leding ke daerah Kabupaten Barito Kuala. 
Pipa leding di rumahnya ia sambung dengan selang yang melintasi Sungai Alalak hingga ke daerah Batola. Per jeriken ia jual Rp750. “Niatnya cuma mau membantu. Warga situ belum bisa menikmati air bersih,” kata Muliadi. 
Tak kalah nakal dengan rumah No 10 di Jalan Hasan Basri RT 18 atas nama Rahmat Fauzi. Rahmat tercatat menunggak air leding selama dua tahun. Total tagihannya Rp10 juta. PDAM sudah lama memutus meteran airnya. 
Belakangan, tim mencurigai Rahmat karena tandon di depan rumahnya selalu penuh dengan air leding. Ternyata, ia melakukan pencurian air. Caranya, pipa PDAM ia sambung dengan pipa miliknya. Agar tidak ketahuan, pipa ditanam dibawah tanah. 
Sayang, saat tim mendatangi rumah di kawasan Kayu Tangi Ujung tersebut, Rahmat sedang keluar. Setelah itu, tim mendatangi tiga rumah di Pondok Metro Indah, Jalan HKSN dan Jalan Jahri Saleh. Ketiga rumah ini menunggak tagihan air leding, tunggakan terbesar selama 29 bulan. 
Ketua tim penertiban, R Sudrajat mengatakan, masing-masing pelanggan nakal akan menghadapi perlakuan berbeda. “Untuk pencuri air akan kami pidanakan. Kasihan pelanggan yang jujur kalau pelanggan nakal seperti ini dibiarkan,” ujarnya. 
Mengenai tiga rumah lainnya, baru akan diberi sambungan baru jika sudah melunasi tunggakan air ledingnya. “Kalau di Alalak Berangas tadi, salah secara aturan karena PDAM tidak ada kerjasama atau perjanjian dengan Batola. Ini menyalahi batas wilayah,” imbuhnya. 
Ditambahkan Sudrajat, razia serupa akan digelar di kecamatan lainnya. Tujuannya, mengurangi tingkat kehilangan air yang hampir mendekati angka 30 persen. Kehilangan air disebabkan kebocoran pipa, pemakaian hidran, hingga pencurian. “Kalau dirupiahkan, 30 persen sama dengan Rp2 sampai 3 miliar perbulan,” pungkasnya.


Lokasi Toko