Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Komplotan Pencuri Beras Dibekuk

BOYOLALI—Jajaran Polres Boyolali berhasil membongkar sindikat pencuri beras. Dari lima pelaku, dua di antaranya berhasil ditangkap, sedangkan tiga pelaku masih buron. Petugas juga mengamankan dua mobil dan 1 ton beras dari tersangka. Pelaku mengaku telah mencuri 3 ton beras dari tujuh tempat kejadian perkara (TKP).

Kedua tersangka yang berhasil dibekuk, Adi Prasetyo alias Didik (35), warga Dukuh Kenteng, Desa Penggung, Boyolali Kota dan Mustangin alias Nyobat (26), warga Dukuh Bakulan Lor, Desa Bakulan, Kecamatan Cepogo. Keduanya saat ini ditahan di Mapolres Boyolali, Sabtu (27/10).

Sedangkan tersangka lain yang masih buron, B dan O, serta satu orang lainnya yang masih diselidiki identitasnya.




Kedua pelaku berhasil dibekuk setelah membobol gudang beras milik Sunardi di Dukuh Miliran, Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo. Pada, Selasa (16/10), lalu, pelaku mencuri dengan cara membobol tembok menggunakan linggis. Ketika itu berhasil menggasak 20 karung beras atau sekitar 7-8kuintal beras senilai Rp 7 juta. Beras hasil curian dibawa kabur menggunakan mobil Daihatsu Xenia hitam B 8213 XQ serta sebuah mobil Izuzu Panther.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasatreskrim AKP Dwi Haryadi didampingi Wakapolsek Mojosongo Iptu Joko Lukito dan Kanitreskrim Aiptu Abdul Basyid mengungkapkan dari hasil olah TKP di Dukuh Miliran tersebut, diperoleh petunjuk kendaraan yang digunakan pelaku.

“Dari situlah kami melakukan pengembangan dan penyelidikan yang mengarah kepada tersangka,” ungkap dia.
Selain itu, berdasarkan keterangan saksi-saksi yang ada, petugas akhirnya berhasil membuntuti dua tersangka yang akan menggilingkan beras tersebut untuk diputihkan di penggilingan beras Dukuh Dondong, Desa Kragilan, Mojosongo. Setelah cukup bukti, petugas langsung membekuk kedua tersangka dan mengamankan barang bukti beras 1 ton serta dua mobil Xenia dan Panther AD 8515 PD yang dikendarai pelaku.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku beraksi di tujuh TKP, dengan rentang waktu cukup singkat antara 3-7 hari. Tujuh TKP tersebut meliputi Mojosongo, juga dua TKP di wilayah Teras, tiga TKP di wilayah Banyudono serta satu TKP yang belum diketahui lokasi pastinya.

Dari pengakuan tersangka, beras hasil curian yang sudah diputihkan tersebut kemudian dijual di Pasar Cepogo serta sebagian dijual langsung ke warga di Pasar Pantaran, Ampel. Dalam aksinya, pelaku terang-terangan membuka lapak sendiri dalam menjual beras curian tersebut. Atas perbuatannya itu tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Lokasi Toko