Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Kronologi lengkap perampokan di dalam taksi, ini tanggapan Taksi Blue Bird dan Express

Polda Metro Jaya menetapkan tiga pelaku sebagai tersangka atas kasus pencurian dan perampokan di dalam taksi, yakni Edwar Syah Jaya (31 tahun), Sutrisno (41 tahun), dan Agus Supriyanto (22 tahun). Setelah dimintai keterangan diperoleh informasi dua pelaku, yakni Agus Supriyanto dan Sutrisno pegawai di perusahaan taksi Blue Bird.


Adapun kronologinya sebagai berikut :
Aksi ini bermula dari Sutrisno yang melakukan pencurian satu unit Taksi Express di gang Dogol, Karet Kuningan pada 21 November 2014 lalu. Taksi ini dimodifikasi para pelaku, kemudian taksi ini dipergunakan untuk mencuri.



Dalam melakukan aksinya para tersangka itu berbagi peran masing-masing. Edwar Syah Jaya bertugas bersembunyi di bagasi dan mengancam korban. Sutrisno bertugas sebagai sopir, dan Agus Supriyanto bertugas menguras barang milik korban dan mengambil uang di ATM.

Pelaku memodifikasi taksi curian tersebut dengan membuat lubang di bagasi belakang yang tembus ke jok belakang sebelah kanan penumpang.

Empat kali aksi

Selama menjalankan aksinya, sebagaimana dikutip TribunNews, tersangka sudah empat kali melakukan pencurian terhadap perempuan penumpang taksi.

Kejadian pertama pada 26 November 2014 sekitar jam 19.00 WIB di daerah SCBD Jakarta Selatan berhasil didapatkan uang sebesar Rp. 4 juta

Kejadian kedua, pada tanggal 28 November 2014 sekitar pukul 09.00 WIB di SCBD Jakarta Selatan berhasil didapatkan uang sebesar Rp900 ribu, sebuah hand phone BB, dan satu buah Aipon.

Kejadian ketiga, pada 28 November 2014 sekitar pukul 22.00 WIB di Mega Kuningan Jakarta Selatan berhasil didapatkan uang sebesar Rp900 ribu, satu buah hand phone BB, dan satu buah Aipon.

Kejadian keempat, pada 1 Desember 2014 sekitar pukul 20.00 WIB di SCBD Jakarta Selatan berhasil didapatkan uang sebesar Rp9,2 juta, laptop, sebuah hand phone Apple 5, dan kalung.

Modus operandi
Sebagai tanda dimulainya aksi, Sutrisno sebagai pengemudi menginjak rem sebanyak dua kali, kemudian Edwar Syah Jaya yang berada di bagasi mobil keluar dari tempat persembunyiaan. Lalu Sutrisno mengarahkan kendaraan ke tempat di mana J sudah menunggu.

Pada peristiwa 1 Desember 2014, terjadi perubahan peran, di mana, Agus Supriyanto bertugas menunggu di dalam bagasi mobil.

Ditangkap polisi

Ketiga pelaku tersebut akhirnya ditangkap polisi di Kampung Makassar, Jakarta Timur pada Minggu (07/12/2014) kemarin. Saat melakukan penangkapan, turut diamankan satu unit senjata api mainan jenis revolver, satu buah laptop, satu buah gerinda, beberapa buah pakaian termasuk baju seragam taksi blue bird, dan kunci-kunci Inggris. Namun, taksi yang dipakai untuk melakukan aksi pencurian belum ditemukan.

Pelaku melakukan perbuatan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 KUHP. Saat ini, polisi masih memburu J, salah satu pelaku yang masih buron.

Taksi Blue Bird masih bungkam

Humas PT Blue Bird, Teguh Wijayanto, masih bungkam terkait adanya dua pegawai sopir taksi Blue Bird yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencurian dengan kekerasan menggunakan sarana kendaraan taksi.

“Saya belum bisa menjawab. Kami menunggu kasus ini sampai selesai,” ujar Teguh saat dihubungi Selasa (09/12/2014).

Meskipun begitu, Blue Bird mendukung upaya Polda Metro Jaya mengusut tuntas kasus ini. Teguh menilai kasus ini merugikan moda transportasi taksi.
“Kami mendukung penyidikan dan menunggu kasus ini sampai selesai.

ejadian ini merugikan jasa taksi secara keseluruhan,” tuturnya.

Sopir taksi Express

Sopir taksi Express yang mobilnya dicuri oleh Sutrisno cs di Mega Kuningan, Jaksel, pada 21 November 2014 lalu sudah dimintai keterangan petugas Polsek Setiabudi. Express menyebut sopir armadanya sebagai korban pencurian Trisno cs.

“Sudah diperiksa (polisi), yang jelas sopir kami itu korban,” kata kuasa hukum Express Group, Berman Limbong, seperti dikutip DetikNews, Selasa (09/12/2014).

Limbong menuturkan, pencurian tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Setiabudi pada 24 November setelah sistem internal tidak bisa melacak posisi taksi ber-GPS itu. Sopir tersebut juga sudah dimintai keterangan oleh polisi dan memang tidak ada kaitannya dengan perampokan yang dilakukan Trisno cs.

“Pas lapor ke polisi dia langsung di-BAP. Tidak mengerti apa-apa dia,” jelas Limbong.

Pencurian taksi itu terjadi pada Jumat 21 November 2014 saat sopir Express sedang makan di kawasan Mega Kuningan, Jaksel. Pelaku rupanya tahu bahwa kadang sopir meninggalkan kuncinya di dalam mobil bila sedang makan.

Sedang laporan pencurian dilakukan ke Polsek Setiabudi pada 24 November dengan nomor laporan 205. “Mobil yang dicuri memiliki nomor bodi DB 6075,” ucap Limbong.

Menurutnya, Express sudah mencoba melacak keberadaan taksi tersebut dengan sistem GPS yang terpasang di dalam mobil. Namun GPS sudah tidak aktif, diduga sudah dirusak oleh pelaku.

“Saat sopir lapor kehilangan ke pul, sudah tidak bisa dilacak. Diduga pencuri sudah merusak GPS Express,” katanya.

Belum sempat mendapat kabar soal pencurian taksinya, Express mendapat info soal perampokan yang dilakukan oleh Sutrisno cs dengan menggunakan mobil curian itu. Mobil tersebut sudah dimodifikasi dan diganti nomor bodinya.

Usai dicuri, mobil itu sempat disembunyikan Trisno di kosannya di kawasan Kampung Makassar, Cililitan, Jakarta Timur. Namun pada Kamis (4/12) lalu, taksi tersebut sudah tidak ada lagi kosannya. Menurut keterangan tetangga Trisno ada 4 pria berbadan tegap berbaju safari yang mengambil taksi tersebut.

Hingga kini, keberadaan mobil tersebut masih misterius. Pihak Express mengaku tidak tahu menahu di mana keberadaan sedan putih itu. Polisi juga masih mencari mobil yang menjadi barang bukti penting itu.

Lokasi Toko