Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Awas Ada CCTV di Ruang Kelasmu!

Sejak hebohnya kasus video asusila dan tak senonoh yang dilakukan oleh sepasang oknum pelajar SMPN 4
Jakarta di dalam kelas kini instansi pendidikan (baca: sekolah-sekolah) yang terkait sudah mulai melakukan
tindakan yang paling bijak. Yakni, setiap ruang kelas akan diberi kamera pengawas. Kamera pengintai. Alias, CCTV (Closed Circuit Television). Itu semata-mata dilakukan agar mencegah tidak terjadinya lagi tindakan asusila dan tak senonoh di sekolah yang dilakukan oleh para pelajar.

Ya, gunanya adalah agar tak ada lagi kasus serupa seperti yang dilakukan oknum pelajar SMPN 4 Jakarta
tersebar di negeri ini. Apalagi hal itu masih dalam ruang lingkup di dunia pendidikan.

Apa jadinya jika hal itu terus terulang kembali. Apa kata dunia lha wong tempatnya mencari ilmu dan
pengetahuan ini dijadikan tempat mesum. Tempatnya pula untuk menjadikan anak bangsa memiliki akhlak dan moral yang baik ketika mendapatkan pengajaran dan pendidikan di sekolah oleh para guru (pengajar). Ini disalah gunakan! Maka dari itulah untuk mencegah hal yang tak baik dan tak senonoh dipasangkanlah
kamera pengawas (CCTV).

Seperti dikutip di Koran Jawa Pos, lembar Metropolitan (03/11), bahwa Kasi Manajemen SMP/SMA Dispendik DKI Tajudin Noor menyebutkan, saat ini, hampir semua gedung sekolah SMA/SMK di Jakarta telah dipasang CCTV. Namun CCTV yang terpasang masih terbatas yakni di halaman sekolah hingga lorong-lorong gedung sekolah.

“Tahun depan kami berencana untuk menambah CCTV hingga ke seluruh ruang kelas. Ini untuk mencegah
hal-hal yang tidak diingingkan di sekolah,” kata Tajudin kemarin (2/11).

Tajudin juga menjelaskan, CCTV yang akan dipasang diprioritaskan untuk sekolah tingkat SMA/SMK hingga

SMP. Bila anggaran memungkinkan, setiap ruang kelas akan dipasang alat pemantau tersebut. Saat ini, kata
dia, anggaran tersebut masaih dalam pembahasan DPRD DKI.

Dipasangkannya kamera pemantau (CCTV) bukan hanya sebagai “pengawas” untuk para pelajar yang akan
(kembali) melakukan tidak asusila dan tak senonoh. Tetapi juga untuk saat pelaksanaan ujian nasional. Semua

pelajar bisa dapat dipantau di kantor Dispendik, CCTV akan disambungkan ke internet jadi kapan pun bisa
dimonitoringkegiatan sekolah.

Melihat apa yang dilakukan oleh Dispendik saya cukup puas dan bangga ketika memiliki inisiatif memasang
kamera pemantau di seluruh ruang kelas. Tidak seperti zaman saya sekolah. Di ruang kelas yang saya tempati

dulu pada tahun 1994 (SMP) sampai 1996 (SMA) tidak ada namanya CCTV. Toh, AC saja juga tidak ada. Yang

ada hanya kipas angin yang ditempelkan di tembok kelas. Kalau gerah dan panas tinggal tarik benang
knopnya. Tidak seperti saat ini semua sekolah di Jakarta hampir seperti gedung mewah saja. Lantainya
berkilat, kamar kecil (toilet) harum, semua ruang kelas ada ACnya—dan yang lebih takjub lagi pakai pasang
Wi-Fi.

Tapi itu tidak masalah terpenting para siswa yang berada di sekolah itu tetap melakukan kewajibannya
sebagai pelajar. Yakni, belajar dan mematuhi segala aturan sekolah yang ada. Serta mendengarkan apa yang
dikatakan guru (pengajar) di sekolah. Bukan “membuat ⁐lm” mesum yang disebar di MedSos (baca: Youtube) hingga membuat heboh sejagat dunia.

Jadi dalam artikel ini saya berharap untuk ke depannya semoga kamera pematau (CCTV) ini bisa terus
berlanjut dan digalakkan ke seluruh sekolah. Namun bukan hanya untuk sekolah berstatuskan negeri saja
tetapi yang swasta juga layak diberlakukan pula. Lagi-lagi gunanya supaya membuat “jera” para siswa yang ingin melakukan hal yang senonoh dan tak baik di sekolah. Semoga hal ini membuahkan hasil yang
memuaskan agar pencintraan dunia pendidikan kembali harum dan cemerlang di mata khalayak makin
dipercaya kembali

Lokasi Toko